valdesz djoenianto

SMG

aa.jpg 

(Sok) Sangar Meskipun Gaya (SMG): Tapi boleh juga dong… (enak ya di KLIA ada TV ama tempat selonjoran segala. Coba bandingin dengan Polonia, ha.. ha.. Kayak di planet mana gitchu!!). Tentang SMG, judulnya sengaja diambil biar nge-pas dengan akronim kantor tercinta: Sumut Pos Group. Maksa ya..?!     


Posted in Fotografi

From ESD-UNESCO in Bangkok: Note of Journey (3)

Natural Friend House

AJARN Tongchai Wannakul maintain original house Thailand. Tradition house, what is in language Thai named by Baan Khao Kaew, remain digitiform calculation in Sao Hai. Truely, the Thai Yuan community chief so involve to coexist nature. a journey of spritual preserve” manuscript” totally disappeared threatened.

by: Valdesz J. Nainggolan Sao Hai, Thailand

(lagi…)


Posted in English Version

Dari ESD- UNESCO di Bangkok: Catatan Perjalanan (3)

AJARN Tongchai Wannakul mempertahankan rumah asli Thai Yuan. Rumah tradisi, yang dalam bahasa Thai dinamai Baan Khao Kaew itu, mungkin tinggal hitungan jari di Sao Hai. Sebuah perjalanan spritual melestarikan ”manuskrip” yang terancam punah.  

(lagi…)


Posted in Features

Setahun; Janji Realisasi SEZ di Batam, Bintan, dan Karimun

Indonesia dan Singapura memasuki babak baru kerja sama pengembangan kawasan strategis. Kerja sama itu telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) pembentukan zona ekonomi khusus (special economic zone/SEZ) Batam, Bintan, dan Karimun.

(lagi…)


Posted in Boemi Batam

Rumah Sahabat Alam

 

Penulis blog ini berpose di depan salah satu rumah tinggal khas etnik Thai Yuan di Distrik Sao Hai, Saraburi, Thailand. Rumah tradisi, yang dalam bahasa Thai dinamai Baan Khao Kaew itu, mungkin tinggal hitungan jari di Sao Hai. Ketua Komunitas Thai Yuan, Ajarn Tongchai Wannakul mempertahankan rumah asli Thai Yuan ini dari 4 generasi sebelumnya.


Posted in Fotografi

Tradisional Cuisine

 

Berkunjunglah ke pasar-pasar tradisional di Bangkok. Bagi Anda yang non-muslim pasti amat sayang melewatkan setiap masakan khas yang digemari orang Thai. Ssst.. ada macam-macam pork… Dari mulai yang direbus, dipanggang, hingga dibakar. Jangan lupa mencicipi bumbunya yang sampai tujuh rupa. Anda cukup memilih botolnya di atas meja. Ada yang berbentuk cabai potong, bubuk, giling, cair, atau rajang. Ada yang pedas, lumayan pedas, sampai yang sangat-sangat pedas. Coba nikmati dari ujung lidah Anda. Mulai dari sepotong pertama lalu celupkan sedikit ke bumbu cairnya. Ahhh… Jangan sampai lupa mengucap kata sakti ini: ”Maknyus,” kata mas Bondan.


Posted in Fotografi

The Church

 

Bangunan Gereja Anglican bergaya Romawi di pinggir Sungai Chao Phraya ini menjadi contoh betapa Bangkok begitu kaya dengan percumbuan arsitektur moderen dan klasik. Dengan menata Chao Phraya sebagai moda transportasi dan alat kampanye wisata, Bangkok menggeliat menjadi ”Venesia” paling baru di Asia.


Posted in Fotografi

The Beautifull Chao

 

Sungai Chao Phraya yang membelah kota Bangkok, begitu bersih dan indah dengan bangunan moderen di pinggirnya. Sungai ini menjadi alternatif transportasi yang sangat diandalkan di tengah penyakit ”macet” yang melanda sebagian besar jalan-jalan raya Bangkok.


Posted in Fotografi

Dari ESD- UNESCO di Bangkok: Catatan Perjalanan (2)

Belajar dari Komunitas Etnik Thai Yuan

c.jpgSAO HAI. Wilayah di Timur Laut Thailand ini menyimpan sejarah panjang tentang cara mempertahankan diri dari gempuran modernisasi. Komunitas yang bertahan tanpa perhatian yang berlebih dari pemerintah, dan tidak menyerahkan diri untuk didikte oleh pasar. 

Sao Hai, Thailand 

(lagi…)


Posted in Features

Me & My Friends after ESD- UNESCO

b.jpg


Posted in Fotografi
Halaman Berikutnya »

Tentang penulis

Pada 1999 sempat meminati fotografi jurnalistik. Ikut kursus fotografi dasar di Galeri Foto Jurnalistik Antara (angkatan V) di bawah asuhan kurator Yudhi Soeryoatmodjo dan Hermanus E. Priyatna (kini redaktur foto Antara). Selama beberapa waktu magang sebagai stringer di Biro Foto Antara dan bekerja sebagai editor foto untuk sebuah proyek buku di Biro Foto Indopix Jakarta bersama Tantyo Bangun (mantan wartawan Matra/kini Pimred ''National Geografic'' edisi Indonesia). Pada Desember 2001 menyelesaikan studi di jurusan Kriminologi Fisip UI, pindah ke Batam, dan menetapkan hati berkarir sebagai wartawan tulis. Kini, bekerja sebagai wartawan di Harian Sumut Pos sejak September 2006, setelah dari 2002-2006 bertugas di Batam Pos, koran daerah yang juga tergabung dalam Jawa Pos News Networking (JPNN). Saat ini sedang menyelesaikan studi di Sekolah Pascasarjana Universitas Sumatera Utara.

Cari

Navigasi

Kategori:

Tautan:

Arsip:

Feed