UNFCCC memunculkan tiga aspek penting dalam menyikapi perubahan iklim (climate change) di masa mendatang. Ketiganya meliputi persoalan ilmiah (scientific) dan seluruh detail teknisnya, kepentingan rakyat kecil, dan aspek politik masing-masing negara.
Demikian kesimpulan yang diperoleh dalam press briefing yang disampaikan oleh pimpinan delegasi dari Indonesia, Emil Salim.
Tanya jawab dengan mantan Menteri Lingkungan Hidup itu berlangsung di Pavillion Indonesia di kompleks Hotel Westin, Nusa Dua, Bali, Senin (3/12).
AJAKAN menjalankan nyepi dengan mengosongkan bumi selama sehari dari aktivitas menjadi presentasi menarik yang ditampilkan di sela-sela pembukaan konferensi perubahan iklim (United Nation Frame on Convention Climate Change/UNFCCC) di Hotel Westin, Nusa Dua, Senin (3/12).
Tayangan video (streaming) berdurasi 30 detik itu memperlihatkan suasana jalanan dan permukiman di Bali yang hening tatkala umat Hindu menjalankan Nyepi untuk menyambut tahun baru Saka setahun lalu.
NUSADUA- PERTEMUAN para pihak dalam konvensi perubahan iklim (United Nation Framework on Convention Climate Change/UNFCCC) yang berlangsung 3-14 Desember di Nusa Dua memperoleh desakan agar menghasilkan langkah yang kontekstual dalam menjawab problematika lingkungan di semua negara.
Hasil pembicaraan yang diarahkan mengganti Protokol Kyoto itu juga mempertanyakan kemungkinan agenda yang tidak bertabrakan dengan skenario pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang.