Saat berjalan-jalan di sebuah pusat perbelanjaan, mata saya tiba-tiba menangkap ’sesuatu’ di counter penjualan majalah. Saya yang cuma numpang lewat langsung kepincut pada cover Majalah Time edisi April 2008. Tepian yang biasanya merah itu dibalut hijau
Sejarah senantiasa membuka mata. Sesudahnya, mari menyegarkan benak kita pada akronim ”Jas Merah”: jangan sesekali melupakan sejarah.
(lagi…)
Soeharto tak pernah menunjukkan kemarahan. Ia juga sulit menunjukkan kesedihannya, bahkan di atas pemakaman istri tercintanya.
MAHATHIR Mohammad mengawali 2008 dengan sebuah pesan: ”Jangan sesekali berhenti berpikir untuk negaramu”. Ia menuntaskan memoarnya pekan silam.
Dua perempuan menjadi pembicaraan dunia dalam sebulan ini. ”Saya bertemu Bhutto pada akhir 1990. Saya mewawancarainya selama dua jam di Hotel Manila Peninsula. Saya mendapat telepon darinya dan dia ingin sekali saya wawancarai,” ungkap Tony Lopez, wartawan senior The Manila Times.